Berita Unik dan Aneh

Blog Berita Aktual, Unik dan Aneh

Inilah Yang Akan Terjadi Untuk Para Wanita Penyabar

Advertisement
loading...
Penyakit kanker payudara yang diderita Latifah benar - benar membuatnya hanya bisa pasrah. Meski demikian, ia tetap sabar dan tetap antusias melaksanakan shalat lima waktu. Saat menghadapi sakaratulmaut, kedua bibir wanita itu terus bergetar membaca syahadat, hingga akhirnya ia mati tersenyum.Sumber : http://ceramahbersama.blogspot.co.id

Ilustrasi Wanita Penyabar ( Foto @Ceramah Bersama )

Latifah memang sudah cukup lama terbaring sakit. Penyakit kanker payudara yang dideritanya benar - benar membuatnya hanya bisa pasrah. berbagai upaya yang dilakukan keluarganya selalu berakhir sia - sia. Ironisnya, kondisi ekonomi yang serba tidak memungkinkan pun membuatnya memilih pengobatan tradisional.

Meski demikian, ibu dari seorang anak yang tinggal di Desa Parancak, Sumenep ini, tetap tersenyum menghadapi ujian itu dengan sabar. Bahkan, ia tetap antusias melaksanakan ibadah shalat lima waktu dengan tepat waktu. Di sepertiga malam, ia pun bangun untuk shalat malam sambil menunggu waktu Subuh tiba. Sesekali ia keluar berjalan - jalan di halaman rumahnya.

Saat Subuh telah tiba, ia pun segera membangunkan keluarganya. Begitulah yang biasa ia lakukan sehari - hari. Sebab, sejak dirinya divonis menderita penyakit kanker payudara, janda yang namanya tidak asing di desa itu sudah tidak lagi bekerja. Sekali penyakitnya kambuh, ia langsung tak berdaya.

Beruntung, ia masih memiliki seorang anak laki - laki dan menantu yang baik hati. Meski hidup dalam kesederhanaan, namun antusias mereka untuk melayani orang tuanya itu sangatlah besar. bahkan, ketika Latifah sudah tak kuasa untuk bangkit dari tempat tidurnya, keduanya pun selalu membantunya mengambil wudu untuk shalat.

SAKIT TETAP SHALAT

Samsul Arifin (38), itulah satu - satunya anak Latifah yang setia melayani dirinya. Dengan sekuat tenaga, ia selalu berusaha mencarikan obat untuk ibunya. Dengan tekun, ia menabung untuk membeli obat ibunya. Ironisnya, dari hari ke hari, penyakit kanker payudara yang diderita Latifah kian parah sehingga kondisi kesehatannya pun terus menurun.

"Sebelum menderita penyakit kanker, rencananya saya mau kerja ke Malaysia karena desakan ekonomi. Namun, akhirnya tidak jadi karena beliau divonis menderita kanker payudara," terang Samsul.

Seiring waktu, lanjut Samsul, penyakit kanker payudara yang diderita Latifah semakin parah. bahkan, sekitar satu tahun kemudian, setelah ia dinyatakan menderita kanker, wanita itu sudah seringkali mengeluh sakit. Samsul mengaku sering tidak kuasa setiap kali melihat ibunya kesakitan karena penyakitnya.

"Tapi, beliau tetap sabar, bahkan tidak pernah memaksa saya untuk ke rumah sakit, apalagi untuk dioperasi, karena kondisi ekonomi saya serba tidak memungkinkan," imbuhnya.

Memasuki tahun 2010 lalu, kondisi Latifah terus menurun. Ia yang mulanya masih bisa berjalan hingga ke halaman rumahnya sudah tak mampu lagi melakukannya. Sehari - hari ia hanya terbaring di tempat tidur sembari berdoa agar penyakit yang dideritanya itu segera sembuh.

"Selama terbaring, aktivitas beliau hanya makan dan shalat, lalu istirahat," imbuhnya.

WAFAT MENGAGUMKAN

Semangat dirinya untuk tetap menjalankan kewajiban shalat lima waktu, lanjut Samsul, benar - benar tak terkalahkan oleh kondisi tubuhnya yang terus menurun. Ketika tidak mampu lagi melaksanakan shalat dengan berdiri, ia masih melaksanakan shalat dengan duduk atau tidur, karena dirinya enggan untuk meninggalkan shalat.

Suatu ketika, tepat di malam Jumat, Samsul dan semua tetangganya dibuat panik. Saat itu, kondisi penyakitnya yang semakin parah membuat Latifah sering tak sadarkan diri. Khawatir dengan kondisinya itu, Samsul pun meminta warga untuk masuk ke dalam rumahnya untuk menalqin ibunya yang sudah menandakan akan datangnya kematian.

Beberapa orang dari mereka lantas membaca Alquran di sisinya, sementara sebagian yang lain menutunnya membaca kalimat "Laailaahaillallah". Seiring dengan lantunan itu, tampak bibir Latifah pun mulai bergetar, mengikuti bacaan tersebut. Semakin lama bacaan itu pun semakin terdengar tipis hingga akhirnya ia tak terdengar sama sekali, menandakan bahwa ia telah meninggal dunia.

"Beliau tiba - tiba meninggal setelah membaca kalimat itu dengan posisi tersenyum." imbuhnya.

Kabar meninggalnya Latifah pun begitu cepat menyebar ke telinga warga. Dengan cepat warga berkumpul di rumah duka untuk bertakziah. Sebagian mereka juga langsung ikut mengurus jenazah. Saat jenazahnya itu akan dishalatkan di sebuah masjid di kampungnya, ratusan orang pun memenuhi masjid sehingga membuat banyak orang salut padanya. padahal, Latifah hanyalah warga biasa yang tidak banyak dikenal orang.

Keunikan lain yang terjadi dalam kematian Latifah adalah saat warga sedang menggali kuburan di sebuah ladang miliknya yang terletak di daerah pegunungan. Tidak diduga sebelumnya, daerah pegunungan tentunya banyak batu yang menjadi kendala dalam penggalian. Namun yang terjadi, semakin dalam warga menggali kubur, yang mereka temukan justru tanah pasir yang dengan mudah digali hingga dalam waktu singkat proses galian kubur cepat selesai.

"Beliau sengaja dimakamkan di tanahnya sendiri karena sebelumnya beliau memang menginginkan hal itu," tandasnya.
loading...


Demikianlah Artikel Inilah Yang Akan Terjadi Untuk Para Wanita Penyabar

Sekianlah artikel Inilah Yang Akan Terjadi Untuk Para Wanita Penyabar kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya. Anda penulis/blogger punya berita menarik silahkan kirim ke kami di : muktiplaza.online@gmail.com tulisan/beritamu akan kami tayangkan di www.serunique.com ini

Anda sekarang membaca artikel Inilah Yang Akan Terjadi Untuk Para Wanita Penyabar dengan alamat link http://www.serunique.com/2017/02/inilah-yang-akan-terjadi-untuk-para.html
Bagikan Berita Seru ini Via :
+
 
Template By Kunci Dunia