Berita Unik dan Aneh

Blog Berita Aktual, Unik dan Aneh

Jihad !!! Demi Masuk Islam, Rela Diusir Ayah

Advertisement
loading...
Abdullah Anas yang terlahir dari keluarga pendeta akhirnya bertekad memeluk Islam. Demi kebenaran iman itu, ia bahkan rela diusir dari rumah keluarganya. Baginya, Islam itu agama yang sempurna.

Ilustrasi ( Foto @Ceramah Bersama )

21 Tahun yang lalu Abdullah Anas lahir dan dibesarkan di Mesan dalam keluarga Non-Muslim. Ayahnya seorang pendeta, sehingga dari kecil ia tumbuh dalam keluarga non-muslim. Anas dan kedua kakaknya termasuk sangat rajin menjalankan ibadah ke gereja.

Namun selain sangat taat dengan keyakinan dalam agama yang percayainya, rupanya ia juga tertarik dengan agama lain, yaitu Islam. "Sejak duduk di bangku SMP saya suka mengamati kegiatan teman - teman saya beragama Islam, saya tertarik dengan acara - acara yang ada, seperti Hari Raya Kurban, Israk Mikraj, bulan Romadhon dan sebagainya" tuturnya.

Hasrat besar untuk mengetahui Islam lebih dalam ketika ia di bangku SMA. Hingga ia memutuskan mengikuti dua pelajaran Agama, Non-Muslim dan Islam sekaligus di sekolah. Dengan mempelajari kedua agama itu, pengetahuannya tentang Islam semakin luas dan harinya mulai memiliki kecenderungan. Namun Nas tidak ingin gegabah.

"Saya tahu, keinginan saya untuk masuk Islam sangat besar. Tapi kalau saya nekad dan terburu - buru pindah Agama, ayah saya pasti sangat marah," ungkapnya.

Anas lebih memilih memendam keinginan itu sampai lulus sekolah. Meski demikian ia lantas menunda mencari pengetahuan tentang Islam. Ketika lulus SMA, Anas beserta ayahnya pindah sementara ke Jakarta, karena sang ayah akan menjalankan pelayanan di salah satu tempat ibadah di Ibu Kota. Anas yang sudah lulus SMA kala itu sudah terdaftar sebagai mahasiswi Universitas Nasional di Jurusan Hukum.

Selama ayahnya sibuk dengan pelayanan di gereja, Anas juga sibuk belajar tentang Islam. Hingga akhirnya, tepat pada Agustus 2010, Anas mendatangi Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng untuk mengikrakan Syahadat.

"Saat itu pulang kuliah, saya nekad datang ke masjid dan minta dibimbing memeluk Islam. Setelah bercerita panjang lebar kepada pengurus masjid, mereka bersedia mengislamkan saya," ucapnya. Anas mengaku perasaannya kala itu bercampur aduk.

ANGKAT KAKI

Setelah memeluk Islam, Anas kembali ke rumah, ia menceritakan semua kepada ayahnya. Seperti yang telah ia duga, ayahnya begitu murka. Akhirnya saat itu juga ia disuruh angkat kaki tanpa membawa barang - barangnya.

"Namanya juga pendeta, tidak sudi kalau anaknya berpindah Agama. Saat itu saya hanya menggunakan baju yang melekat di tubuh, sepatu dan tas. Handphone pun diminta oleh ayah," lanjutnya

Pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa - apa dirasa Anas sangat berisiko. Ia tidak punya keluarga di Jakarta. Lambat laun Anas merasa hidupnya kian tak terarah. Ia pun memutuskan mendatangi salah satu masjid besar, niatnya untuk memperoleh pelajaran mengenai Islam lebih dalam. Namun ia kecewa, jangankan mendapat ilmu, diperbolehkan masuk pun tidak.

"Saat itu saya datang dengan keadaan seadanya, baju saya kotor dan keadaan saya sangat lusuh. Ketika akan memasuki pelataran masjid ada salah seorang bapak menggunakan kopiah mengatakan bahwa saya tidak boleh masuk masjid karena pakaian saya kotor," kenangnya.

Anas lantas mengatakan pada orang tersebut agar mau mengajarkan tentang Islam. Tetapi orang itu menolak dan langsung pergi. Ia sunggu kecewa.

LENGKAP DAN SEMPURNA

Mengaku putus asa, Anas memilih jalan pintas. Anas pergi ke gereja dan bertemu pendeta. Ia menceritakan kisahnya, dan mengaku menyesal. Pendeta itu dengan sangat antusias menawarkan segala kemudahan bagi Anas.

"Saat itu saya hanya bilang ingin makan, pendeta itu memberikan uang Rp. 20.000 dan mengharapkan saya kembali ke gereja itu setelah makan," tutur Anas.

Entah mengapa setelah mendapatkan uang, Anas malah berpikir pergi ke warnet. Di sana ia mencari tempat khusus menampung mualaf seperti dirinya. Dan ia menemukan sebuah alamat yayasan di daerah Jagakarsa.

Ia pun lantas menuju lokasi itu setelah terlebih dahulu makan untuk mengisi perutnya yang kosong. Karena uang yang diberikan pendeta tersebut sudah terpakti untuk makan dan membayar warnet, maka ia memutuskan untuk berjalan kaki. Butuh waktu dua hari bagi saya untuk menemukan alamat itu."

Kini Anas sudah memiliki keluarga baru di yayasan itu. Ia mengaku merasakan indahnya dan sempurnanya Islam.

Nah, Semoga kisah dari Abdullah Ans ini bisa menjadi inspirasi dan memotivasi para mualaf yang lainnya.
loading...


Demikianlah Artikel Jihad !!! Demi Masuk Islam, Rela Diusir Ayah

Sekianlah artikel Jihad !!! Demi Masuk Islam, Rela Diusir Ayah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya. Anda penulis/blogger punya berita menarik silahkan kirim ke kami di : muktiplaza.online@gmail.com tulisan/beritamu akan kami tayangkan di www.serunique.com ini

Anda sekarang membaca artikel Jihad !!! Demi Masuk Islam, Rela Diusir Ayah dengan alamat link http://www.serunique.com/2017/02/jihad-demi-masuk-islam-rela-diusir-ayah.html
Bagikan Berita Seru ini Via :
+
 
Template By Kunci Dunia