Berita Unik dan Aneh

Blog Berita Aktual, Unik dan Aneh

Yohan Fincencia, Terenyuh Mendengar Takbir Hari Raya Dan Masuk Islam

Advertisement
loading...
Suara takbir hari raya membuat hati Yohan Fincancia terenyuh. Itu menjadi jalan hidayah datang ke hatinya sehingga ia memeluk agama Islam. Untuk mempertahankan keimanannya itu, ia harus rela dikucilkan keluarganya. Berikut kisahnya.

Ilustrasi Takbiran ( Foto @muhammadiyah.or.id )

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, saya telah diberikan petunjuk keyakinan dan jalan untuk masuk Islam sesuai dengan yang saya harapkan. Saya ingin memperkenalkan diri, nama asli saya Yohan Fincencia, dan setelah berikrar pada bulan Oktober 2000 di Masjid At Taqwa, Bogor, nama saya diganti menjadi Aisyah. Saya adalah anak kedelapan dari 12 bersaudara asal Bogor yang bekerja di Jakarta. Sebelumnya saya adalah penganut non-Muslim. Selain sebagai wanita karier, saya juga ibu rumah tangga yang menikah pada tahun 1992 dan dikaruniai sepasang anak kembar. Sumber : http://ceramahbersama.blogspot.co.id

KAGUMI ISLAM
Ketika saya menjadi penganut Non-Muslim, saya adalah guru pengajar mata pelajaran yang saya anut. di SD dan SMP. Meski saya banyak belajar mengenai Agama Non-Muslim saat itu, akan tetapi saya belum menemukan suatu ajaran yang pas di dalam hati hingga saya haus berpetualang untuk belajar Agama lain. Kebetulan di belakang rumah saya, ada masjid yang terus - menerus mengumandangkan kalimat "Allahu Akbar" yang cukup bising di telinga saya. Tetapi, tiba - tiba saya punya keinginan untuk belajar banyak tentang Agama Islam.

Saya banyak bergaul dengan teman - teman yang beragama Islam. Salah satu teman yang menjadi inspirasi saya adalah tetangga saya. Dia sering sekali berpamitan untuk shalat ketika kita sedang berbincang. Selain itu, pernah suatu hari bajunya diompoli anaknya. Tetapi, ketika akan shalat, ia langsung mengganti bajunya dan berwudu kemudian menuju musalanya untuk ibadah. Dari situ saya yakin bahwa Islam mengajarkan tentang kebersihan dan kewajiban untuk bersih sebelum menghadap Allah.

TAKBIR IDUL FITRI
Waktu pun terus berjalan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. saat malam lebaran itu, Kalimat takbir allahu akbar begitu menggema bersahut - sahutan. Hal tersebut membuat saya terenyuh dan bertekad untuk belahar tentang Islam.

Perlahan saya juga menirukan suara azan panggilan shalat. Karena rasa keingintahuan yang kuat, akhirnya saya membaca buku - buku Islam. Dari situ saya mulai memperoleh pengertian bahwa ajaran Islam tak jauh berbeda dengan agama yang sedang saya anut kala itu kala saya membandingkan dari sisi tafsir kitab keduanya.

Yang bikin saya tertarik adalah kisah para Nabi yang diceritakan kedua kitab itu, seperti Kisah Nabi Musa yang menyembah Allah sampai mukanya menyentuh tanah, dan saya melihatnya sama dengan sujud shalat.

DIKUCILKAN
Saya belajar banyak tentang Agama Islam sampai akhirnya saya memberi kesimpulan bahwa Islam adalah Agama yang benar. Saya pun meminta izin suami untuk berpindah Agama. Alhamdulillah, ia tidak marah dengan keputusan saya ini. Sampai akhirnya saya mendatangkan seorang ustad untuk mengajarkan Agama Islam. Saya pun akhirnya diikrarkan secara resmi menjadi Muslimah di Masjid di belakang rumah saya. Pengucapan syahadat sebagai simbol memeluk Islam merupakan momen terpenting dan terindah buat hidup saya. Prosesi ikrar itu disaksikan oleh dua tetangga saya serta seorang utusan dari kelurahan.

Tiga bulan setelah resmi masuk Islam, saya memberanikan diri untuk bilang kepada orang tua saya. Tetapi, orang tua saya justru tidak merespon secara positif, malahan saya dikucilkan dari keluarga. Saya dianggap sebagai ranting yang sengaja mematahkan diri dari dahannya.

DIPECAT
Pernah suatu hari orang tua saya bilang kepada anggota keluarga lain kalau saya sudah bukan anggota keluarga dan tidak berhak untuk ikut acara keluarga. Selain itu, saya juga kehilangan pekerjaan sebagai seorang guru dan saya lebih memilih untuk pindah ke ibu kota mencari pekerjaan lain.

Saya tahu, untuk menjadi seorang mualaf, selalu ada cobaan berat yang menimpa. Jadi, saya hadapi dengan tegar dan saya selalu yakin bahwa Allah akan selalu memberi petunjuk kepada hamba-Nya.

Nah, itulah kisah Yohan Fincencia, seorang Non-Muslim yang memeluk Islam lantaran mendapatkan petunjuk dari Allah melalui suara takbir hari raya yang ia dengarkan sehingga membuatnya penasaran mengenai kebenaran Agama Islam.
loading...


Demikianlah Artikel Yohan Fincencia, Terenyuh Mendengar Takbir Hari Raya Dan Masuk Islam

Sekianlah artikel Yohan Fincencia, Terenyuh Mendengar Takbir Hari Raya Dan Masuk Islam kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya. Anda penulis/blogger punya berita menarik silahkan kirim ke kami di : muktiplaza.online@gmail.com tulisan/beritamu akan kami tayangkan di www.serunique.com ini

Anda sekarang membaca artikel Yohan Fincencia, Terenyuh Mendengar Takbir Hari Raya Dan Masuk Islam dengan alamat link http://www.serunique.com/2017/02/yohan-fincencia-terenyuh-mendengar.html
Bagikan Berita Seru ini Via :
+
 
Template By Kunci Dunia