Berita Unik dan Aneh

Blog Berita Aktual, Unik dan Aneh

Sedikit, Sejarah Tentang Perang Badar

Advertisement
loading...
AkuIslam.Id - Tegaknya Islam di bumi Arab melewati beberapa peperangan - peperangan yang hebat dan genting. Kenyataan sejarah ini telah membawa ragam penafsiran di kalangan pengkaji Islam. 

Ilustrasi Perang Badar ( Foto @U-Report )

Pameo bahwa Islam ditegakkan dengan pedang, yang kemudian di konotasikan dengan kelekatan islam dengan kekerasan, menjadi salah satu penafsiran negatif orientalis dalam menilai sejarah Islam.

Padahal, peperangan terjadi lebih dikarenakan reaksi defensif komunitas muslim masa itu yang terus digempur berbagai manuver politik, baik bersenjata maupun diplomasi hitam dari kafir Quraisy. Perang Badar adalah salah satu perang terpenting. Perang ini merupakan perang besar pertama yang menjadi pondasi kuat bagi kukuhnya Islam di tanah Arab.

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan, tepat di hari peringatan Nuzulul Quran, tahun ke-2 Hijriah. Badar adalah nama bukit yang terletak 120 kilometer di barat daya Madinah. Di sana juga ada sebuah sumur yang biasa dijadikan tempat pesta tahunan kaum Quraisy. 

Dalam perang ini, jumlah pasukan musyrikin adalah 920 orang, sementara pasukan muslim hanya sebanyak 313 orang. Beberapa riwayat lain menyebut jumlah pasukan Quraisy mencapai 1000'an orang. 

Data - data itu semuanya merujuk pada minimnya kekuatan kaum muslim yang hanya sepertiga kekuatan pasukan Quraisy. Perang ini direkam Al-Quran surat Ali Imran ayat 123, yang artinya, "Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah orang - orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."

Kondusifnya kota madinah telah menumbuhkan satu situasi yang menyegarkan bagi Islam dan keberislaman. Tak lagi mengalami gangguan secara fisik oleh kaum kafir Quraisy membuat mobilitas ibadah dan pertumbuhan sosial kaum muslim bergerak dengan baik. 

Hal ini juga berlangsung di bidang ekonomi. Untuk menjaga iklim yang baik itulah Rasulullah Saw membentuk satuan keamanan. kebijakan Nabi ini menemui urgensinya karena terbukti sekalipun sudah berhasil memaksa kaum muslim hijrah, beberapa manuver tetap dilakukan kaum Quraisy untuk menggerogoti Islam.

Perang Badar didahului beberapa bentrokan - bentrokan antara pasukan Muslim dan Quraisy. Suatu waktu pasukan muslim yang dipimpin Hamzah nyaris bentrok dengan pasukan Abu Jahal. Begitu juga pasukan Ubaidah bin Harits dengan pasukan Abu Sufyan.

Hingga puncaknya pasukan Kurz bin Jabir dari Mekah menyerang pinggiran Madinah dan merampas beberapa hewan ternak. Pasukan muslim kemudian melakukan pengejaran. Pada bulan Rajab, bulan yang diharamkan berperang, Abdullah bin Jahsy bentrok dengan kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Amir bin Hadzrami yang menyebabkan salah satu tokoh Quraisy itu tewa tertusuk panah.

Setelah peristiwa ini, Nabi Saw dan pasukan Islam lebih mengambil inisiatif. Menyadari bahwa Quraisy tak akan tinggal diam setelah kematian Hadzrami, Nabi memaklumkan misi memotong jalur perdagangan kaum Quraisy ke Syam, sebagai salah satu siasat menggembosi kekuatan Quraisy. targetnya adalah mencegah kafilah perniagaan kaum Quraisy yang dikawal pasukan Abu Sufyan. Pasukan Abu Sufyan yang berkekuatan 40 tentara, berhasil lolos ketika itu.

Seorang utusan Abu Sufyan menyampaikan berita itu ke Mekah dan memohon bantuan. maka datanglah 1000 an tentara Quraisy yang paling terkemuka ingin menyerang pasukan Islam.

Kisah heroik di Perang Badar diawali dengan duel antara perwira - perwira terbaik dua pasukan, satu lawan satu. Hal ini merupakan tradisi Arab. Di pihak Quraisy, tiga perwira yang turun gelanggangan adalah dua bersaudara, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah dan Walid bin Utbah. Sementara dari Islam maju Hamzah Bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib, dan Ubadah bin Al-Harits. Mereka berenam beradu keahlian beladiri sehingga akhirnya tentara Quraisy jatuh ketiga - tiganya.

Pasukan Quraisy yang lebih besar itu berhasil dipukul mundur pasukan Islam sebelum sore. Mereka semua melarikan diri kembali ke Mekah. 70 orang kaum Quraisy terbunuh dan 70 yang lain tertawan. 14 tentara Islam syahid (6 dari Muhajirin dan 8 dari Anshar).

Kemenangan ini disambut suka cita kaum muslim Madinah. Salah satu jejak kegembiraan sebagai rasa syukur atas anugerah Allah itu adalah shalawat Badar yang masih sering didengar sekarang. Shalawat itu merupakan senandung kegembiraan yang mengharukan menyambut pasukan muslim yang datang dengan kemenangan.

Di Madinah pula, Rasulullah memikirkan bagaimana cara yang patut dilakukan atas tawanan perang. Rasulullah berpesan pada khalayak muslim Madinah supaya bersikap baik dan berbelas kasihan. Disepakati bahwa tawanan perang dapat ditebus dengan uang antara seribu sampai empat ribu dirham. Bagi yang miskin tetapi ada pengetahuan membaca dan menulis dikehendaki supaya mengajar sepuluh orang anak - anak.

Mereka semua dibebaskan apabila tebusan telah dibayar atau anak - anak itu telah pandai membaca. Paska Perang Badar Islam memperoleh tempat yang lebih terhormat secara politis di tanah Arab yang berlanjut sampai ribuan tahun berikutnya.


from Aku Islam http://ift.tt/2pLNZR3
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
loading...


Demikianlah Artikel Sedikit, Sejarah Tentang Perang Badar

Sekianlah artikel Sedikit, Sejarah Tentang Perang Badar kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya. Anda penulis/blogger punya berita menarik silahkan kirim ke kami di : muktiplaza.online@gmail.com tulisan/beritamu akan kami tayangkan di www.serunique.com ini

Anda sekarang membaca artikel Sedikit, Sejarah Tentang Perang Badar dengan alamat link http://www.serunique.com/2017/04/sedikit-sejarah-tentang-perang-badar.html
Bagikan Berita Seru ini Via :
+
0 Komentar untuk "Sedikit, Sejarah Tentang Perang Badar"

Silahkan anda berkomentar dan juga memberikan kritik untuk perbaikan blog ini. Maaf, Komentar yang tidak berhungungan dengan artikel atau hanya pengen beriklan, akan dihapus. Komentar langsung tayang.

 
Template By Kunci Dunia