Berita Unik dan Aneh

Blog Berita Aktual, Unik dan Aneh

Sikap Pemimpin Ketika Terjadi Musibah

Advertisement
loading...
AkuIslam.id - Khalifah Umar bin Khattab punya gaya kepemimpinan yang khas. Ia lebih memilih hidup sederhana dan mengedepankan kepentingan rakyatnya. Salah satu bukti teladan kepemimpinan itu ia lakukan ketika negerinya dilanda musibah. Berikut ini kisahnya.

Ilustrasi Seorang Janda Dalam Kisah Umar bin Khattab ( Foto @U-Report )

Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, terjadilah Tahun Abu Yakni, masyarakat Arab mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun sehingga pepohonan mengering dan tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.

Melihat musibah itu, tak sedikit rakyat di negeri itu putus asa. Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya seksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih unta untuk membagikan dagingnya kepada rakyatnya.

Tak cukup membagikan daging saja, hampir setiap malam Umar bin Khattab melakukan perjalanan diam-diam. Suatu malam ia ditemani salah seorang sahabatnya blusukan ke kampung-kampung. Ini ia lakukan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya. Umar khawatir jika ada hak-hak mereka yang belum ditunaikan oleh aparat pemerintahannya.

Malam itu pun, bersama Aslam, Khalifah Umar berada di suatu kampung terpencil. Kampung itu berada di tengah-tengah gurun yang sepi. Saat itu Khalifah terperanjat. Dari sebuah gubuk reot, terdengar seorang gadis kecil sedang menangis berkepanjangan. Umar bin Khattab dan Aslam bergegas mendekati gubuk itu.

Setelah dekat, Umar melihat seorang perempuan tua tengah menunggui sebuah panci yang terletak di atas tungku api. Asap mengepul-ngepul dari panci itu, sementara si ibu terus saja mengaduk-aduk isi panci dengan sebuah sendok kayu yang panjang.

"Assalamualaikum," Umar memberi salam.

Mendengar salam Umar, ibu itu mendongakan kepala seraya menjawab salam Umar. Tapi setelah itu, ia kembali pada pekerjaannya mengaduk-aduk isi panci.

"Siapakah gerangan yang menangis di dalam itu? Apakah ia sakit?" tanya Umar.

Dengan sedikit tak peduli, ibu itu menjawab, "Dia anakku, ia kelaparan."

MEMASAK BATU

Umar dan Aslam tertegun. Mereka masih tetap duduk di depan gubuk sampai lebih dari satu jam. Gadis kecil itu masih terus menangis. Sedangkan ibunya terus mengaduk-aduk isi pancinya. KArena tak tahan, akhirnya Umar berkata, "Apa yang sedang kau masak, hai Ibu? Lemapa tidak matang-matang, juga masakanmu itu?"

Ibu itu menoleh dan menjawab, "Hmmmm kau lihatlah sendiri."

Umar dan Aslam segera menjenguk kedalam panci tersebut. Alangkah kagetnya ketika mereka melihat beberapa batu di dalam panci tersebut. Umar berteriak, "Apakah kau memasak batu?"

Dengan suara lirih, perempuan itu kembali bersuara menjawab pertanyaan Umar, "Aku memasak batu-batu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi belum," ujar ibu itu yang tak menyadari bahwa ia sebenarnya berbicara di depan Khalifah Umar.

Ibu itu melanjutkan lagi, "Lihatlah aku. Aku seorang janda. Sejak dari pagi tadi aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rezeki, namun ternyata tidak. Sesudah Magrib tiba, makanan belum ada juga. Anakku terpaksa tidur dengan perut kosong. Aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan.

"Mendengar penuturan si ibu seperti itu, Aslam akan menegur perempuan itu. Namun Umar sempat mencegah."

Dengan air mata berlinang ia bangkit dan mengajak Aslam cepat-cepat pulang ke Madinah. Tanpa istirahat lagi, Umar segera memikul gandum di punggungnya untuk diberikan kepada janda tua yang sengsara itu. Akhirnya dengan perjuangan keras, sekarung gandum itu sampai juga pada tangan si ibu. Si ibu senang menerimanya. Begitu pula Khalifah Umar senang melihat si ibu dan anaknya tidak kelaparan lagi.


from Aku Islam http://ift.tt/2hpC2kB
Sumber KLIK Di Sini atau http://www.akuislam.id/
loading...


Demikianlah Artikel Sikap Pemimpin Ketika Terjadi Musibah

Sekianlah artikel Sikap Pemimpin Ketika Terjadi Musibah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya. Anda penulis/blogger punya berita menarik silahkan kirim ke kami di : muktiplaza.online@gmail.com tulisan/beritamu akan kami tayangkan di www.serunique.com ini

Anda sekarang membaca artikel Sikap Pemimpin Ketika Terjadi Musibah dengan alamat link http://www.serunique.com/2017/11/sikap-pemimpin-ketika-terjadi-musibah.html
Bagikan Berita Seru ini Via :
+
1 Komentar untuk "Sikap Pemimpin Ketika Terjadi Musibah"

1

Test · Post
GOAL BLOGER
Posting as Rachel Sasha Update Revert to draft Preview Close
ComposeHTML

Link


SELAMAT DATANG DI WWW.GOAL4D.COM

*** 1 USER ID UNTUK SEMUA GAME ***

SPORTBOOK | LIVECASINO | E-GAMES | TOGEL | POKER | SABUNGAYAM

Discount : 2D : 29% | 3D : 59% | 4D : 66%

- Singapore

- Sydney

- Hongkong

- Magnum4d

- Kuching

- Petaling

Promo Terbaru GOAL4D.COM :

- Bonus Deposit MEMBER BARU Sportbook 100%

- Bonus Deposit Sportbook 30% Setiap Hari

- Bonus Deposit 10% Setiap Hari Untuk Semua Game

- Bonus Casino Rollingan 0.8% Setiap Hari Senin

- Bonus Cashback Sabungayam 15%

- Bonus Cashback Sportbook 15%

- Bonus Cashback E-Games 20%

- Bonus Cashback Mixparlay 100%

- Bonus Rollingan Poker & domino 0,3%

- Bonus Referall 2% Semua Game

- Bonus Referall 1% dari member Togel

MIN DEPO & WD CUMA Rp.50.000,-

BCA - MANDIRI - BRI - BNI

UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :

LIVECHAT GOAL4D.COM 24 JAM ONLINE

Pin BBM : D8bb28D7



Cerita Dewasa

Cerita Sex

Cerita Hot

Model Hot

Film Sex

Film Semi

Berita Sex

Bokep



Prediksi Bola

Prediksi Togel

Berita Bola

Livescore

Agen Bola
Post settings
Labels
Published on
11/5/17, 7:20 PM
Pacific Standard Time
Permalink
Location
Options

Silahkan anda berkomentar dan juga memberikan kritik untuk perbaikan blog ini. Maaf, Komentar yang tidak berhungungan dengan artikel atau hanya pengen beriklan, akan dihapus. Komentar langsung tayang.

 
Template By Kunci Dunia